Thursday, July 12, 2012

Perkenalkan nama saya 'Putri'

Beberapa hari yang lalu, saya menerima sebuah surat undangan pernikahan dari salah satu teman saya. Tidak secara langsung sih, salah seorang teman menitipkan undangan itu untuk saya dan menyimpannya di kursi kelas. Awalnya, saya tidak begitu memperhatikan undangan karena saya sudah mengetahui siapa teman saya yang akan menikah jadi saya langsung memasukkannya ke dalam tas. Ketika saya akan memasukkan undangan tersebut, teman saya yang dari tadi memperhatikan tulisan bagian depan (pada bagian nama yang dituju) dia langsung tertawa. Saya heran mengapa dia tertawa melihat surat undangan itu, ternyata… pada surat undangan tersebut tertera nama “Elysa Putri Astuti”. Jelas saja mengapa teman saya itu tertawa-tawa melihat surat undangan itu karena nama tengah saya bukan itu.  Ha ha entah mengapa di sana dia (teman saya yang akan menikah) menuliskan nama “Putri” ck ck ck pertemanan selama bertahun-tahun tidak begitu menjamin seseorang itu bisa menghafal nama kita secara lengkap ya? (menghela nafas)
            Eh, mengingat nama ‘Putri’  ini membuat saya teringat akan suatu peristiwa ‘konyol’ sewaktu saya masih duduk di bangku kelas satu SMP. Begini ceritanya…
Sekolah saya itu dulu termasuk sekolah yang menganut sistem KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) dimana para siswanya dituntut untuk lebih aktif baik di dalam maupun di luar kelas dan peran guru ‘beralih menjadi’ fasilitator. Dengan alasan itu, sistem belajar di kelas pun menjadi sedikit berubah. Hampir di setiap pelajaran para siswa melakukan presentasi di depan kelas dan berdiskusi. Semua bahan diserahkan kepada siswa. Suatu ketika, guru geografi di kelas saya meminta para siswa menyiapkan beberapa kelompok untuk presentasi. Kelompok saya ‘sangat beruntung sekali’ mendapat giliran presentasi yang pertama. Woh! Coba bayangkan presentasi untuk pertama kalinya di depan kelas, di sekolah baru, perdana (belum ada pengalaman).
Saya dan teman-teman sudah mempersiapkan seluruh bahan sebaik mungkin, sematang mungkin. Tugas untuk menjelaskan materi pun sudah terbagi rata. Ketika hari presentasi itu datang (jeng jeng jeng), kami bersiap membereskan bangku untuk presentasi. Saat itu, saya duduk di bangku kedua dari terakhir (jumlah kelompok kami sepuluh orang, saya duduk di bangku ke-sembilan). Sang moderator mulai memberikan pembukaan, sebagai tanda akan dimulainya diskusi. (Deg, ketegangan itu mulai terasa) Satu per satu anggota dari kelompok kami mulai memperkenalkan diri. Saya (sangat fokus) memperhatikan teman sekelompok saya satu-per-satu memperkenalkan diri, sambil menunggu sampai giliran saya tiba. Ketika anggota ke-delapan, teman di sebelah saya, memperkenalkan diri “Nama saya Julianti”. (Kemudian tibalah giliran saya untuk memperkenalkan diri) Saya lalu berdiri dan memperkenalkan diri “nama saya Putri” (ket: nama lengkap teman sebelah saya tadi adalah Julianti Putri Setiawan). Saat itu saya benar-benar tidak sadar sampai teman-teman di kelas saya tiba-tiba tertawa terbahak-bahak, saya sempat diam (sejenak) dan dengan polosnya merasa heran kenapa teman-teman sekelas saya tertawa. TERNYATA akhirnya saya sadar, kekonyolan apa yang telah saya lakukan, saya salah memperkenalkan nama saya sendiri (parah!) lalu saya berdiri kembali untuk meralat perkenalan diri sebelumnya. Aduh, benar-benar ya! Presentasi yang situasinya sedang tegang sepertinya langsung berubah menjadi panggung lawak. Hahaha.. Koneksi di pikiran saya saat itu nampaknya mengalami sedikit gangguan dan menjadi lambat karena rasa tegang yang datang secara tiba-tiba itu. Benar-benar konyol, saya akui (seringkali) sewaktu saya berada dalam situasi yang tegang saya (dengan tidak sadarnya) melakukan berbagai hal konyol (-__-“). TIDAAAAAKKK!
Maka dari itu, saat saya melihat nama tengah saya berubah menjadi ‘Putri’ (menghela nafas) hal itu mengingatkan saya akan kejadian konyol ini. Haduh, Putri Putri… harus bubur merah, bubur putih aja gitu ini mah (kalau-kalau) semua kekonyolan saya bisa hilang.HAHA mustahil!

No comments:

Post a Comment